Rabu, 30 Oktober 2019

TEKNOLOGI JARINGAN

KONSEP KOMUNIKASI DATA

1.    Pengertian Komunikasi Data

Komunikasi : Pertukaran informasi antara 2 pihak dengan menggunakan simbol, suara, dll. Yang dapat difahami antara keduanya melalui media perantara.

Media Perantara : media yang membolehkan informasi sampai pada tujuannya

Data : Kumpulan dari fakta-fakta yang merupakan representasi
dari dunia nyata yang mewakili suatu objek seperti manusia, hewan, konsep, simbol, huruf, bunyi, teks, gambar dan kombinasinya.

Komunikasi Data : Merupakan perpindahan data melalui media komputer yang diwakili oleh digit-digit biner dari satu tempat ke tempat lain dalam bentuk elektronik, gelombang atau cahaya.

Tujuan Komunikasi data : untuk mengantarkan dan  menerima informasi   diantara dua pihak


2.    Jenis-jenis Komunikasi Data

            a.       Voice Communication
-          Radio Broadcasting
-          Radio Amatir
-          2 Way Radio System
-          Radio Paging
-          Telephone
             b.       Text Communication
-          Telegraf
-          Email
             c.       Image Communication
-          Fax
             d.       Video Communication
-          TV Broadcasting
-          Teleconference

3.    Elemen Kunci Komunikasi Data

·         Source (Sumber) : Alat ini membangkitkan data sehingga dapatditransmisikan.
Contoh : telepon dan PC
·    Transmitter (Pengirim) : Biasanya data yang dibangkitkan dari sistem sumber tidak ditransmisikan secara langsung dalam bentukaslinya.
Contoh : modem, satu alat transmitter
·         Transmission System (Sistem Transmisi) : Berupa jalur transmisi yang menghubungkan antara sumber dengan tujuan
·  Receiver (Penerima) : Receiver menerima sinyal dari sistem transmisi dan menggabungkannya ke dalam bentuk tertentu yang dapat ditangkap oleh tujuan.      
     4.    Keuntungan Komunikasi Data

a. Memungkinkan penggunaan komputer atau terminal secara terpusat (sentralisasi) maupunsecara tersebar (desentralisasi) sehingga mendukung manajemen dalam hal control.
b. Mempermudah kemungkinan pengelolaan dan pengaturan data yang ada dalam berbagaimacam sistem computer
c.       Mengurangi waktu dalam pengelolaan data
d.       Mendapatkan data langsung dari sumbernya
e.       Mempercepat penyebaran informasi


     5.    Factor Yang Harus Diperhatikan dalam Komuniksi Data

a.       Protokol yang digunakan
Adalah sebuah aturan yang mendefinisikan beberapa fungsi yang terdapat pada sebuah jaringan
b.       Media Transmisi
Karakteristik media transmisi :
- besar data yang dapat ditampung (bandwidth )
- redaman
- daya yang dapat ditampung
- waktu yang dibutuhkan
c.       Lalu lIntas Data (Traffic)
Hal yang memperngaruhi lalu lintas data :
- Jumlah dan lokasi dari terminal dan komputer
- Kepadatan lalu lintas
- Prioritas/ urgensi informasi yang disalurkan
d.       Keadaan Sistem Yang Digunakan


      6.    Kendala Dalam Komunikasi Data

a.       Waktu Tanggap Sistem

Merupakan ukuran kecepatan sistem dalam memberikan tanggapan atasinput data yang dimasukkan.

b.       Throughput

merupakan ukuran beban dari sistem, yaitu prosentase waktu yang diberikan untukpengiriman data dengan melewati media transmisi tertentu.

c.       Faktor Manusia

merupakan perancang, pembuat sekaligus pengguna sistem. Faktor manusia merupakanfaktor yang sangat dominan dan menentukan lancar atau tidaknya system

      7.    Jenis Operasi Komunikasi Data

a.       Data Collection
b.       Inquery dan Response
c.       Storage dan Retrival
d.       Time Sharing
e.       Remote Job Entry
f.        Real Time Data Processing dan Procces Control
g.       Data Exchange Among Computers


      8.    Implementasi Komunikasi Data

-          System Reservasi On-line
-          ATM (Automatic Teller Machine)
-          Internet

PERKEMBANGAN KOMUNIKASI DATA

( Data Communication )
Pengertian
Sebagai perpindahan data dari satu tempat ke tempat lain melalui media tertentu.
Peralatan komunikasi bisa berupa apapun yg bersifat maya (virtual), mis: komputer, server, mesin fax, printer.
Perkembangan komunikasi data dan jaringan sangat dipengaruhi oleh kemunculan teknologi komputer.
SEJARAH JARINGAN KOMPUTER
1946
University of Pennsylvania.
Komputer pertama yaitu ENIAC Computer ditemukan tahun 1946 (awal komputasi modern)
Harvard University
Munculnya konsep jaringan yang dinamakan komputer MODEL I di lab Bell and Grup Risert yang dipimpin Pro. H.Aiken.
Tujuan awalnya: memanfaatkan komputer yg harus dipakai bersama, untuk mengerjakan proses tanpa harus membuang waktu, dibuatlah prose beruntun (Batch Processing), sehingga beberapa program bisa dijalankan bersama sebagai sebuah antrian
1950
Fireman’s Fund Insuranse Co
Berhasil menghubungkan tape drive komputer IBM dengan jaringan telepon dengan teknik yang mirip dengan digunakan sistem telegraph
Menemukan konsep Time Sharing Sistem : konsep distribusi proses pada super komputer yang didasarkan pada waktu. Hal ini merupakan awal aplikasi dan terbentuknya jaringan (network) komputer.
Time Sharing Sistem merupakan awal berpadunya teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi
1967
ARPA (Advanced Research Project Agency)
Menghubungkan komputer mainframe melalui penghubung prosesor pesan (Interface Message Processors(IMP)
1970
Konsep Proses terdistribusi (Distributed Processing)
Beberapa pusat komputer (host) mengerjakan sebuah pekerjaan besar secara paralel untuk melayani banyak terminal yang terhubung secara seri di setiap komputer
1972
Merupakan awal kelahiran jaringan internet yaitu adanya proyek yang menguhubungan antar jaringan komputer pada jaringan komputer ARPANET.
Gateway Metode untuk menhubungkan berbagai macam jaringan yang berbeda sehingga dapat berkomunikasi.
Pada tahun 1973-1977 dikembangkan protocol TCP/IP (Transmision Control Protocol/Internetworking Protocol). Protokol ini digunakan untuk pengiriman informasi yang dikenal sebagai paket (Pocket)
1980
Konsep Peer to Peer System
Suatu konsep yang memungkinkan untuk menangani proses bersama maupun komunikasi data/informasi tanpa melalui komputer pusat. Kondisi ini mendorong munculnya LAN (Local Area Network)
1990
ARPANET diganti dengan NSFNET (Jational Science Foundation Network) sebagai tulang pyunggung (Backbone). NSFNET masih digunakan untuk jaringan penelitian.
Pada 1995 muncul perusahaan ISPs(Internet Service Provider) yang memberikan layanan internet untuk perorangan.
 2. Perkembangan Teknologi Komunikasi Data di Masa ini
      Dewasa ini, perkembangan teknologi sudah berkembang sangat pesat di dunia. Banyak sekali manusia di abad ke-21 ini yang sangat bergantung pada teknologi. Teknologi komunikasi adalah aplikasi yang diciptakan manusia untuk memudahkan penyampaian suatu informasi. muncullah penemuan-penemuan baru yang bisa dikatakan luar biasa. Sebagai contoh, pembuatan serta peluncuran satelit untuk ruang angkasa pertama di dunia oleh negara Rusia pada tahun 1957 yang membuat kita dapat berkomunikasi dengan banyak orang , bahkan orang yang berada di belahan dunia yang jauh.Tidak hanya satelit, alat-alat seperti laptop, komputer, dan telepon pun menjadi contoh perkembangan teknologi pada masa ini.
     Di Indonesia pun, tidak jarang kita melihat orang menggunakan teknologi komunikasi. Dengan jumlah penduduk yang tergolong besar, banyak sekali perusahaan yang berbondong-bondong menjadikan Indonesia sebagai target pasar untuk teknologi komunikasi. Namun sangat disayangkan, dengan jumlah penduduk yang banyak, Indonesia malah lebih menjadi konsumen. Padahal, dengan jumlah tenaga kerja yang banyak, mestinya Indonesia bisa menjadi pelopor dari perkembangan teknologi yang akan datang.
Kemajuan teknologi komunikasi sekarang mempunyai pengaruh pada perkembangan pengolahan data. Data dari satu tempat dapat kirim ke tempat lain dengan alat telekomunikasi. Untuk Data yang menggunakan komputer, pengiriman data menggunakan sistem transmisi elektronik, biasanya disebut dengan istilah komunikasi data (data communication). Di dalam sistem komunikasi, istilah jaringan (network) digunakan bila paling sedikit dua atau lebih alat-alat dihubungkan satu dengan yang lainnya. Contoh jaringan yang banyak dilihat sehari-hari adalah jaringan radio dan televisi, dimana beberapa stasiun pemancar saling dihubungkan, sehingga suatu program yang sama dapat disiarkan ke segala penjuru
Sebuah sistem komunikasi data memiliki lima komponen:
1. Pesan
Pesan adalah informasi ( data) untuk dikomunikasikan. Bentuk populer dari informasi termasuk teks, angka, gambar, audio, dan video.
2. Pengirim
Pengirim adalah perangkat yang mengirimkan pesan data. Hal ini dapat berupa komputer, workstation, handset telepon, kamera video, dan sebagainya.
3. Penerima
Penerima adalah perangkat yang menerima pesan. Hal ini dapat berupa komputer, workstation, handset telepon, televisi, dan lain.
4. Media transmisi
Media transmisi adalah jalur fisik dimana pesan berjalan dari pengirim ke penerima. Beberapa contoh media transmisi termasuk kabel twisted-pair, kabel koaksial, kabel serat optik, dan gelombang radio.
5. Protokol
Protokol adalah seperangkat aturan yang mengatur komunikasi data. Ini merupakan kesepakatan antara perangkat yang saling berkomunikasi. Tanpa protokol, dua perangkat mungkin akan terhubung tapi tidak dapat berkomunikasi, orang yang berbicara Prancis tidak dapat dipahami oleh orang yang berbicara bahasa Jepang.
Representasi Data
Contoh komunikasi data pada masa ini
* Komunikasi antara dua perangkat dapat berupa simplex, half-duplex, atau full-duplex seperti berikut
1.Simplex
Dalam mode simplex, komunikasi searah, seperti pada jalan satu arah. Hanya satu dari dua perangkat pada link dapat mengirimkan data, yang lain hanya dapat menerima. Keyboard dan monitor tradisional adalah contoh perangkat simpleks. Keyboard hanya dapat memperkenalkan input; monitor hanya dapat menerima output. Mode simpleks dapat menggunakan seluruh kapasitas saluran untuk mengirim data dalam satu arah.
                     
Biasanya metode simplex ini dimanfaatkan oleh teknologi seperti Televisi dan Radio. Konsep ini bisa diterapkan pada metode broadcasting penyiaran televisi dan radio. Dimana satu sumber memberikan informasi kepada pendengar/penonton saja, namun dari pihak pendengar/penonton tidak dapat berkomunikasi atau memberikan informasi secara langsung melalui jalur tersebut.
2. Half- Duplex
Dalam mode half-duplex, setiap stasiun dapat mengirimkan dan menerima, tetapi tidak pada waktu yang bersamaan. Bila satu perangkat ada yang mengirim, yang lain hanya dapat menerima, dan sebaliknya.
Mode half-duplex adalah seperti jalan satu jalur dengan lalu lintas yang memperbolehkan lalu lintas dari kedua arah. Ketika mobil berjalan dalam satu arah, mobil yang ke arah lain harus menunggu. Dalam transmisi half-duplex, kapasitas seluruh saluran radio telah diambil alih oleh ari dua perangkat transmisi pada waktu itu. Walkie- talkie dan (city band) CB radio,keduanya adalah sistem half-duplex. Mode half-duplex digunakan dalam kasus dimana tidak ada kebutuhan untuk komunikasi dua arah pada saat yang bersamaan, seluruh kapasitas saluran dapat dimanfaatkan untuk satu arah.
3.Full- Duplex
Dalam mode full-duplex ( juga disebut duplex ), kedua stasiun dapat mengirim dan menerima secara bersamaan.
                             
Mode full-duplex seperti jalan dua arah dengan lalu lintas yang mengalir di kedua arah pada waktu yang sama. Dalam mode full-duplex, sinyal akan ditempatkan pada satu arah dari kapasitas link: dengan sinyal menuju arah yang lain. Sharing seperti ini dapat terjadi dalam dua cara, link harus mengandung dua jalur transmisi secara fisik terpisah, satu untuk mengirim dan yang lain untuk menerima, atau kapasitas saluran dibagi antara sinyal yang berjalanan di kedua arah. Salah satu contoh umum dari komunikasi full-duplex adalah jaringan telepon. Ketika dua orang berkomunikasi dengan saluran telepon, maka dapat berbicara dan mendengarkan pada saat yang sama. Mode full- duplex digunakan ketika komunikasi di kedua arah diperlukan sepanjang waktu. Kapasitas saluran, harus dapat dibagi antara dua arah.
* Transfer data Airline Reservations System
Sistem Reservasi Airline merupakan bagian dari apa yang disebut Sistem Passenger Service, yang mendukung aplikasi langsung dengan penumpang.Airline Sistem Reservasi (ARS) adalah salah satu awal perubahan untuk meningkatkan efisiensi. ARS akhirnya berkembang ke dalam Sistem Reservasi Komputer (CRS). Sistem Reservasi Airline berisi jadwal penerbangan, tarif, tariff penumpang pemesanan tiket dan catatan. Sebuah distribusi langsung maskapai penerbangan bekerja dengan sistem reservasi mereka sendiri, serta mendorong informasi kepada GDS. jenis saluran distribusi langsung kedua adalah konsumen yang menggunakan internet atau aplikasi mobile untuk membuat reservasi mereka sendiri. Agen-agen perjalanan dan saluran distribusi langsung lainnya mengakses GDS yang sama seperti yang diakses oleh ’sistem reservasi maskapai, dan semua pesan dikirimkan oleh sistem pesan standar yang fungsi utamanya pada pesan TTY disebut SITA. Sejak sistem reservasi maskapai penerbangan menjadi aplikasi bisnis penting, dan fungsional mereka cukup rumit, pengoperasian sistem reservasi maskapai penerbangan ditempat relatif mahal. Sebelum deregulasi, penerbangan memiliki sistem reservasi mereka sendiri dengan agen perjalanan berlangganan pada mereka. Saat ini, GDS dijalankan oleh perusahaan independen dan baik penerbangan dan agen-agen perjalanan harus berlangganan kepada mereka, berdasarkan harga pasar yang kompetitif dan berbagai fitur teknologi.
1.4 Perkembangan Teknologi Komunikasi Data di Masa yang Akan Datang
Perkembangan teknologi komunikasi yang pesat seperti sekarang ini akan terus berlanjut, banyak sekali prediksi dan bagaimana teknologi yang akan terjadi dimasa yang akan datang , misalnya :
1. Teknologi Pengiriman Data
Teknologi pengiriman data saat ini telah berbeda, dari penggunaan kabel serat optik menjadi penggunaan teknologi dengan pemanfaatan gelombang elektromagnetik kemungkinan akan digantikan dengan alat yang di prediksi dengan teknologi neutrino. Dimana kelemahan gelombang elektromagnetik yang bisa di lihat yaitu tidak dapat menembus benda padat sehingga terhalangi oleh gunung dan gedung akan terpecahkan dengan teknologi neutrino tersebut. Dengan neutrino, memungkinkan untuk melakukan komunikasi antara dua titik di Bumi tanpa memakai satelit atau kabel. Tahun 2063 kita tidak akan menemukan lagi tiang telepon, satelit pemancar dan menara pemancar.
2. Teknologi 4G
Teknologi 4G juga akan muncul, meskipun sekarang ini masih dalam uji coba. Teknologi 4G ini cukup hebat (Sekalipun kita dalam mobil dengan kecepatan 150 km/jam kita akan dapat bandwidth (lebar pita) yang stabil). Selain itu, nantinya media komunikasi tidak hanya telepon tetap di rumah, tetapi kita bisa menggabungkan antara komputer, telepon bergerak (tanpa SIM card), telepon berbasis IP (voice internet protokol) dan telepon rumah biasa.
Teknologi 4G (juga dikenal sebagai Beyond 3G) adalah istilah dalam teknologi komunikasi yang digunakan untuk menjelaskan evolusi berikutnya dalam dunia komunikasi nirkabel. Menurut kelompok kerja 4G (4G working groups), infrastruktur dan terminal yang digunakan 4G akan mempunyai hampir semua standar yang telah diterapkan dari 2G sampai 3G. Sistem 4G juga akan bertindak sebagai platform terbuka di mana inovasi yang baru dapat berkembang. Teknologi 4G akan mampu untuk menyediakan Internet Protocol (IP) yang komperhensif di mana suara, data dan streamed multimedia dapat diberikan kepada para pengguna “kapan saja, di mana saja”, dan pada kecepatan transmisi data yang lebih tinggi dibanding generasi yang sebelumnya. Banyak perusahaan sudah mendefinisikan sendiri arti mengenai 4G untuk menyatakan bahwa mereka telah memiliki 4G, seperti percobaan peluncuran WiMAX, bahkan ada pula perusahaan lain yang mengatakan sudah membuat sistem prototipe yang disebut 4G. Walaupun mungkin beberapa teknologi yang didemonstrasikan sekarang ini dapat menjadi bagian dari 4G, sampai standar 4G telah didefinisikan, mustahil untuk perusahaan apapun sekarang ini dalam menyediakan kepastian solusi nirkabel yang bisa disebut jaringan seluler 4G yang tepat sesuai dengan standar internasional untuk 4G. Hal-hal seperti itulah yang mengacaukan statemen tentang “keberadaan” layanan 4G sehingga cenderung membingungkan investor dan analis industry nirkabel.
Melihat apa yang terjadi saat ini, dapat dibayangkan apa yang mungkin dapat terjadi di masa nanti. Jauhnya jarak tidak lagi akan terasa. Kelak komunikasi jarak jauh akan dilakukan dengan hologram tiga dimensi yang begitu nyata. Pekerjaan-pekerjaan manusia akan mulai dikerjakan oleh robot yang bekerja secara otomatis dan mampu belajar dari pengalamannya sehingga mampu mengkoreksi kesalahan yang ia lakukan dengan sendirinya. Teknologi komputer pun akan berkembang dengan pesat. Komputer masa depan akan mampu merespon tindakan-tindakan manusia dan memahami bahasa manusia. Lebih canggihnya lagi, komputer generasi yang akan datang diramalkan, akan memiliki perasaan layaknya manusia.

Karakteristik Komunikasi Data

Karakteristik dasar komunikasi data:

1.Pengiriman

Sistem harus mengirimkan data ke tujuan yang sesuai. Data harus diterima oleh perangkat yang dimaksudkan atau pengguna dan hanya oleh perangkat atau pengguna

2.akurasi

Sistem harus memberikan data yang akurat. Data yang telah diubah dalam transmisi dan meninggalkan sumber,data  yang tidak dikoreksi tidak dapat digunakan.

3.ketepatan waktu

Sistem harus mengirimkan data pada waktu yang tepat. Terlambat nya dikirimkannya data maka tidak akan berguna. Dalam kasus video dan audio, pengiriman waktu yang tepat berarti memberikan data seperti yang diproduksi atau seperti aslinya, dalam urutan yang sama ketika dibuat, dan tanpa penundaan yang signifikan. Semacam ini disebut pengiriman transmisi real-time.

4.jitter

Jitter mengacu pada variasi waktu kedatangan paket. Ini adalah keterlambatan yang tidak merata dalam pengiriman paket audio atau video. Sebagai contoh, mari kita asumsikan bahwa paket video yang dikirim setiap 3D ms. Jika beberapa dari paket datang dengan delay 3D ms dan yang lain dengan delay 4D ms, akan menghasilkan kualitas yang tidak merata dalam video tersebut.

Komponen Komunikasi data

Sebuah sistem komunikasi data memiliki lima komponen:

1.Pesan
Pesan adalah informasi ( data) untuk dikomunikasikan. Bentuk populer dari informasi termasuk teks, angka, gambar, audio, dan video.

2.Pengirim
Pengirim adalah perangkat yang mengirimkan pesan data. Hal ini dapat berupa komputer, workstation, handset telepon, kamera video, dan sebagainya.

3.Penerima
Penerima adalah perangkat yang menerima pesan. Hal ini dapat berupa komputer, workstation, handset telepon, televisi, dan lain.

4.Media transmisi
Media transmisi adalah jalur fisik dimana pesan berjalan dari pengirim ke penerima. Beberapa contoh media transmisi termasuk kabel twisted-pair, kabel koaksial, kabel serat optik, dan gelombang radio.

5.Protokol
Protokol adalah seperangkat aturan yang mengatur komunikasi data. Ini merupakan kesepakatan antara perangkat yang saling berkomunikasi. Tanpa protokol, dua perangkat mungkin akan terhubung tapi tidak dapat berkomunikasi, orang yang berbicara Prancis tidak dapat dipahami oleh orang yang berbicara bahasa Jepang.
 


MODE TRANSMISI DATA

3 Mode Transmisi Data


Ada 3 mode transmisi data yang memungkinkan terjadinya aliran data, yaitu : 1. Simplex : transmisi data, dimana data hanya mengalir dalam satu arah pada jalur komunikasi data. Contoh      : Stasiun radio dengan penerima radio, stasiun televisi dengan televisi di rumah, transfer data dari keyboard     ke komputer, dll. Ini bisa diumpamakan seperti sebuah jalan raya satu jalur. Kendaraan yang melewati   
    jalan  raya satu jalur, hanya dapat berjalan dalam satu arah.  



2. Half duplex : transmisi data, dimana data secara bergantian mengalir dalam dua arah pada jalur
    komunikasi   Contoh : handy talkie, interkom.


 3. Full duplex : transmisi data, dimana data mengalir dalam dua arah pada jalur komunikasi secara
     serempak/sinkron. Contoh : telephone, video chat, text chat. Ini bisa diumpamakan seperti jalan raya dua       jalur, yang memungkinkan kendaraan melintas dua arah

 
PERKEMBANGAN JARINGAN SELULER

Perkembangan teknologi seluler dimulai dengan 1G dan diikuti oleh 2G, 3G, 4G dan segera 5G akan menjadi hal besar selanjutnya. Pastinya Opera Friends sudah familiar dengan istilah ‘G, namun sebagai pembuktian atas inovasi teknologi yang signifikan di kehidupan kita, yuk, kita lihat kembali bagaimana teknologi seluler telah berevolusi dari 1G menjadi 5G!
Mari kita mulai dengan pengetahuan dasar terlebih dahulu. ‘G’ berarti ‘generasi’ sementara angka 1 sampai 5 mewakili peningkatan dalam perkembangan teknologi. Terdapat banyak aspek yang membedakan masing-masing generasi. Namun, pada intinya dan yang paling penting adalah, perbedaan terlihat dari segi kecepatan jaringan.

1G:

Ini merupakan generasi pertama yang digunakan pada ponsel klasik – “brick phones” dan “bag phones” –  sebelum hadirnya smartphone. 1G pertama kali diperkenalkan di tahun 1970-an namun baru terkenal di tahun 1980-an. Jaringan ini hanya dapat digunakan untuk telepon. Jaringan 1G merupakan sinyal radio yang ditransmisikan secara analog yang artinya jaringan ini sangat terbatas. Kecepatannya hanya mencapai 2,4 kbps.

2G

Generasi kedua ini merupakan upgrade terbesar pertama dari analog ke digital, di mana sistem GSM (Global System for Mobiles) dan CDMA (Code Division Multiple Access) hadir. Diperkenalkan pada 1990an, teknologi ini memungkinkan untuk mengirim SMS (Short Message Service) selain panggilan suara dan memiliki kecepatan jaringan dari 9kbps ke 14,4 kbps. Kecepatan maksimum 2G dengan General Packet Radio Service atau GPRS adalah 50 Kbps.

2,75G (EDGE):

Di tahun 1990an, sebelum 3G hadir, ,EDGE (Enhanced Data Rates for GSM Evolution) diperkenalkan sebagai evolusi berikut setelah GSM. Kecepatan generasi ini mencapai 384 Kbps dan mampu mengakses internet, membuka email dan mengirim atau menerima MMS (Multimedia Messaging Service).

3G

Diperkenalkan secara komersial pada tahun 2001, jaringan generasi ketiga ini atau yang juga dikenal sebagai WCDMA (Wideband Code Division Multiple Access) atau UMTS (Universal Mobil Telecommunications System) menyediakan kecepatan transmisi data yang lebih cepat dibandingkan EDGE. Secara tertulis, kecepatan jaringannya mencapai 480 Kbps yang memungkinkan penggunanya untuk melakukan video streaming dan panggilan video (video calls)

4G

Jaringan generasi keempat dikenal sebagai LTE (Long Term Evolution). Kecepatan jaringan mencapai 100 mbps untuk diunduh dan 50 mbps untuk diunggah.

5G

5G memiliki kelebihan dibandingkan dengan 4G dalam hal transaksi data yang lebih cepat. Selain itu, generasi ini juga diklaim lebih hemat daya dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Keberadaan 5G juga diprediksi akan mempengaruhi pertumbuhan Internet of Things (IoT). Generasi kelima ini masih terus dikembangkan. Bahkan di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, Tiongkok, dan Korea Selatan, mereka masih mengembangkan generasi ini.
 
Read More ->>

Selasa, 29 Oktober 2019

BAB 2 PRINSIP KERJA ROUTING DAN ANALOGI ROUTING

ROUTING
1. Pengertian
    Routing  adalah sebuah alat yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau Internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai routing. Proses routing terjadi pada lapisan 3 (Lapisan jaringan seperti Internet Protocol) dari protokol tumpukan (stack protocoltujuh-lapis OSI.

2. Latar Belakang
    Melatar belakangi dari seorang IT agar paham tentang routing menggunakan roterboard agar bisa mengirimkan pesan ping dari router satu ke router yang lainya.

3. Maksud dan Tujuan
    Mempunyai maksud dan tujuan agar seorang IT sadar apabila routing ini sangat perlu untuk dasar-dasar jaringan untuk menuju ke level jaringan yang lebih tinggi.

4. Hasil yang Di Harapkan
    Dapat memahami pengertian, fungsi dan jenis routing dan kedepannya dapat mengkonfigurasi 2 buah router atau lebih agar dapat saling berhubungan dengan mengirim pesan ping antara router satu dan lainya.

B. Alat dan Bahan
  • PC/Laptop
  • Koneksi Internet (jika perlu)
C. Jangka Waktu Pelaksanaan Kegiatan
  • 25 Menit
D. Proses dan Tahapan Pelaksanaan Kegiatan
Untuk pengertian sudah di jelaskan di atas, untuk lebih jelasnya silahkan baca di https://id.wikipedia.org/wiki/Penghala
>> Fungsi Routing 
      Pada prinsipnya, router digunakan untuk menghubungkan dan meneruskan data antara dua atau lebih jaringan satu dengan jaringan lainnya. Saat ini router lebih dikenal sebagai alat untuk menghubungkan jaringan yang dipasang baik di perumahan, kantor, warnet, atau instansi lainnya untuk menghubungkan dengan internet. Router umumnya memiliki kemampuan untuk memblokir broadcast storm yang dapat memperlambat kinerja jaringan. Router sering disalahartikan dengan switch, namun kedua alat ini memiliki fungsi yang berbeda, yaitu pada router ia berfungsi sebagai penghubung jalan antara jalan jaringan satu dengan jalan jaringan lainnya. Sementara pada switch, ia berfungsi seperti jalanan yaitu mengumpulkan jaringan-jaringan yang ada ke dalam satu jaringan dan membentuk LAN (Local Action Network).

>> Jenis Routing 
  • Routing Default, adalah routing yang digunakan untuk mengirim paket secara manual, sering digunakan pada jaringan yang hanya memiliki satu jalur keluar atau hanya bisa digunakan di lokal saja.
  • Routing Staticadalah router yang memiliki kabel routing statis yang settingannya diatur oleh administrasi jaringan secara manual.
  • Routing Dynamic, adalah router yang membuat tabel routing secara otomatis, dengan membaca lalu lintas jaringan dan tentu juga dengan saling berhubungan dengan router yang lain. Routing dinamis adalah routing yang paling mudah daripada routing default dan static.
>> Pembedaan Routing 
Selain tiga routing di atas, routing di bedakan menjadi tiga yaitu routing aplikasi, routing hardware, routing pc. Berikut penjelasannya.
  • Routing Aplikasi, Router ini tidak memiliki bentuk fisik seperti router pada umumnya, namun berupa aplikasi yang bisa Anda install pada sistem operasi komputer. Aplikasi ini kemudian bisa menjadikan komputer yang diinstal bisa berfungsi layaknya sebuah router. Aplikasi router yang bisa Anda gunakan antara lain adalah WinGate, WinProxy, Winroute, Spygate, dan aplikasi lainnya.
  • Routing HardwareRouter ini adalah perangkat keras yang bentuknya seperti yang sudah familiar di masyarakat yang berfungsi untuk membagi IP Address dan dapat digunakan untuk membagi koneksi internet di dalam suatu wilayah jangkauan yang biasanya disebut dengan hotspot area.
  • Routing PC, Router ini adalah menyulap sebuah komputer untuk bisa berfungsi sebagai router, tetapi berbeda dengan router aplikasi yang menggunakan aplikasi untuk mengubah komputer menjadi router. Untuk menjadikan sebuah komputer sebagai router tidak dibutuhkan komputer dengan spesifikasi tinggi. Hanya dengan komputer dengan prosesor Pentium 2, hard drive 10 GB, ram 64, dan telah tersedia LAN card sudah bisa mengubah komputer menjadi router untuk membagi jaringan. Agar bisa berfungsi, komputer yang ingin dijadikan router harus diinstal dengan sistem operasi yang khusus untuk router. Saat ini sistem operasi atau OS yang populer digunakan untuk router adalah Mikrotik.
>> Pembagian Routing
Routing di bagi menjadi dua yaitu routing langsung dan routing tidak langsung, berikut penjelasannya. 
  • Routing Langsung, Proses pengiriman data dari satu alamat IP ke alamat IP lainnya tanpa melalui sebuah Host. Contohnya : Misal ada komputer A dengan alamat IP 192.168.1.40 ingin mengirimkan data ke komputer B dengan alamat IP 192.168.1.50, maka proses datanya bisa langsung dikirim, sedangkan.
  • Routing Tidak Langsung, Proses pengiriman tak langsung, data yang dikirim akan melalui sebuah Host lain, misalnya data yang dikirimkan oleh Komputer IP 192.168.2.2 ke alamat IP 192.168.2.3 harus melewati IP 192.168.2.4 terlebih dahulu sebelum disampaikan ke alamat IP192.168.2.3 jadi untuk proses ini tidak bisa data langsung dikirim ke alamat tujuan, harus melewati host/alamat ip lain.
>> Konsep Dasar Routing 
      Routing adalah proses yang dialami datagram untuk mencapai tujuan di jaringan TCP/IP. Konsep routing adalah hal yang utama pada lapisan internet di jaringan TCP/IP. Hal ini karena pada lapisan internet terjadi proses pengalamatan. Data-data dari device yang terhubung ke internet dikirim dalam bentuk datagram, yaitu paket data yang didefinisikan oleh IP. Datagram memiliki alamat tujuan paket data. Internet Protokol memeriksa alamat ini untuk menyampaikan datagram dari device asal ke device tujuan. Jika alamat tujuan datagram tersebut terletak satu jaringan dengan device asal, datagram tersebut langsung disampaikan.Jika alamat tujuan datagram tidak terdapat di jaringa yang sama, datagram akan disampaikan kepada router yang paling tepat.

>> Tabel Routing
      Router merekomendasikan tentang jalur yang digunakan untuk melewatkan paket berdasarkan informasi yang terdapat pada Tabel Routing. Informasi yang terdapat pada tabel routing dapat diperoleh secara static routing melalui perantara administrator dengan cara mengisi tabel routing secara manual ataupun secara dynamic routing menggunakan protokol routing, dimana setiap router yang berhubungan akan saling bertukar informasi routing agar dapat mengetahui alamat tujuan dan memelihara tabel routing.
  • Alamat Network Tujuan
  • Interface Router yang terdekat dengan network tujuan
  • Metric, yaitu sebuah nilai yang menunjukkan jarak untuk mencapai network tujuan. Metric tesebut menggunakan teknik berdasarkan jumlah lompatan (Hop Count).
E. Hasil yang Di Dapatkan
     Dapat paham tentang routing sebelum melakukan routing yang sebenarnya, seharusnya jika seorang IT ingin melakukan hal yang real/sebenarnya maka perlu persiapan yaitu memahami tentang routing, melakukan routing dengan simulasi jika sudah paham baru melakukan yang sebenarnya.

F. Temuan Permasalahan
     Saya pribadi sudah paham tetapi belum secara keseluruhan paham tentang routing.

G. Kesimpulan
     Dapat di simpulkan jika routing sangat penting dan berfungsi untuk menghubungkan dua buah router atau lebih agar dapat berkomunikasi

The routing tables are an important part of Windows’ TCP/IP protocol stack, but they aren’t something that the operating system normally displays to the casual user. If you want to see the routing tables, you will have to open a Command Prompt window and then enter the ROUTE PRINT command. Upon doing so, you will see a screen similar to the one that’s shown in Figure A.

Figure A: This is what the Windows routing tables look like
Before I delve into the routing tables, I recommend entering another command into the Command Prompt window. The command is:
IPCONFIG /ALL
The reason why I am recommending that you use the IPCONFIG /ALL command is because it shows you how TCP/IP is really setup on the machine. Sure, you could look in the TCP/IP section of the network adapter’s properties sheet, but the information is more reliable if you get it from IPCONFIG. I have seen a couple of instances over the years in which IPCONFIG reported completely different information than what was entered into the machine’s TCP/IP configuration screen. This doesn’t happen often, but if the right type of error occurs you can experience this type of mismatch. To put it bluntly, the information that’s keyed into the TCP/IP properties sheet reflects how you would like Windows to set up the TCP/IP protocol for the choosen network. The information presented by IPCONFIG shows how Windows has actually configured the protocol.
Even if you haven’t had some bizarre Windows error, it’s still useful to get your configuration information through IPCONFIG. If a machine has multiple network cards, it can be tough to remember which configuration is bound to which card. IPCONFIG lists the various configurations in an easy to read, per NIC basis, as shown in Figure B.

Figure B: The IPCONFIG /ALL displays the machine’s TCP/IP configuration on a per NIC basis

Examining the Routing Tables

Right about now you might be wondering why I had you to do an IPCONFIG /ALL, when this article is supposed to be discussing routing tables. The reason for this is that normally you never even look at the routing tables unless you are having problems with your machine. If you are having problems, then the best place to start the troubleshooting process is to compare the information provided by IPCONFIG to the information stored in the routing tables.
As you saw in Figure B, the IPCONFIG /ALL screen displayed some basic TCP/IP information such as the IP address, the default gateway, etc. The routing tables aren’t quite as intuitive though. Therefore, I want to take some time to discuss how to read the routing tables and what the information in the tables mean.
In order to understand what the information in these columns mean, you need to understand a little bit about how a router works. A router’s job is to facilitate moving traffic from one network to another. As such, a router will contain multiple network interface cards, each connected to a different network segment.
When a user sends a packet that’s destined for a different network segment than the one that the PC is presently attached to, the packet is sent to the router. It is up to the router to figure out which network segment the packet should be forwarded to. It doesn’t matter if the router is connected to two network segments or a dozen. The decision making process is the same, and it’s all based on routing tables.
If you look at the Route Print screen, you will notice that the routing tables are divided into five different columns. The first column is the network destination column. This column lists all of the network segments that the router is attached to. The Netmask column provides the subnet mask not of the network interface that’s attached to the segment, but of the segment itself. This basically allows the router to determine the address class for the destination network.
The third column is the gateway column. Once the router has determined which destination network it needs to send the packet to, it looks at the gateway listing. The gateway listing tells the router which IP address the packet should be forwarded through in order to reach the destination network.
The Interface column tells the router which NIC is connected to the appropriate destination network. Technically, the interface column only tells the router the IP address that has been assigned to the NIC that connects the router to the destination network. However, the router is smart enough to know which physical interface the address has been bound to.
The final column in the routing table is the Metric column. Metrics are a science in themselves, but I will try to give you a brief explanation of what they do. The best way that I have ever heard metrics explained is in terms of an airport. Imagine for a moment that I needed to fly from Charlotte, NC (the closest major airport to my home in South Carolina) to Miami, Florida. Being that the Charlotte airport is pretty big, I have a lot of choices of how I could get to Miami Beach. I could hop a North West Airlines flight. It would take me to Detroit Michigan and then down to Miami (Detroit is a bit out of the way). Likewise, I could hop a Continental Airlines flight that would take me to Houston, TX, and then to Miami. Another option would be to just take a US Airways flight nonstop to Miami. So which airline should I take?
In real life, there are a lot of factors to consider such as the price of the ticket and the departure times, but let’s assume that everything was equal. If there were no differences between the airlines other than the route, then I would fly the airline that makes the fewest stops. It would get me to my destination more quickly, and since there are fewer stops, there would be less chance of having a problem with my connection, lost luggage, and things like that.
Routing works the same way. Many times, there is more than one way that a router could send a packet. In such a case, it makes sense to send the packet along the shortest (or most reliable) path. This is where the metrics come into play. Windows does not even look at metrics unless there are multiple paths to a destination. If there are multiple paths though, Windows checks the metrics to determine the shortest route. This is an over simplified explanation, but it gets the point across.

Additional Routing Options

Earlier, I showed you the Route Print command, but there are actually a lot of other things that you can do with the ROUTE command. The ROUTE command’s syntax is as follows:
ROUTE [-f] [-p] [command [destination] []
The –f switch is optional. This switch tells Windows to clear the routing table of all gateway entries. If the –f switch is used in conjunction with other commands then all gateway entries will be cleared prior to executing other instructions within the command.
The –p switch makes a specified route persistent. Normally, when a server is rebooted then any routes that you specify via the ROUTE command are removed. The –p switch tells Windows to keep the route even if the system is rebooted.
The command portion of the ROUTE command’s syntax is relatively simple. The command set consists of four options PRINT, ADD, DELETE, and CHANGE. I’ve already shown you the ROUTE PRINT command, but even the ROUTE PRINT command has other options. For example, you can use wild cards with this command. For instance, if you only wanted to print routes pertaining to the 192.x.x.x subnet, you could use the command ROUTE PRINT 192*.
The ROUTE DELETE command works very similarly to the ROUTE Print command. Simply enter the ROUTE DELETE command followed by the destination or the gateway that you want to delete from the routing table. For example, if you wanted to remove the 192.0.0.0 gateway, you could enter the command ROUTE DELETE 192.0.0.0.
The ROUTE CHANGE and the ROUTE ADD commands have the same basic syntax as each other. When you enter this command, you must usually specify the destination, subnet mask, and gateway. You might also specify a metric and an interface, but that’s optional. For example, if you wanted to add a destination using the bare minimal syntax, you could do so as follows:
ROUTE ADD 147.0.0.0 255.0.0.0 148.100.100.100
In this command, 147.0.0.0 is the new destination that you are adding. 255.0.0.0 would be the subnet mask for the destination, and 148.100.100.100 would be the gateway address. You can extend the command with the METRIC and IF parameters. Doing so would look something like this:
ROUTE ADD 147.0.0.0 255.0.0.0 148.100.100.100 METRIC 1 IF 1
The metric parameter is optional, but it specifies the metric or number of hops for the route. The IF parameter tells Windows which NIC to use. In this particular case, Windows would use the NIC that’s bound to Windows as interface 1. If you don’t use the IF parameter then Windows will automatically search for the best interface to use.

Conclusion

In this article, I have explained how to use the ROUTE command to display the Windows routing tables and make changes to those tables if necessary. If you need a little extra help, you can get more syntax examples by entering the ROUTE /? Command.

ANALOGI
Analogi :
Misalkan kita berada pada persimpangan jalan, mungkin kita akan merasa bingung jika tidak ada petunjuk jalan, di setiap persimpangan jalan (router) seharusnya ada petunjuk jalan supaya orang tidak bingung dan tersesat. Untuk jalan yang rumit dan berputar-putar tidaklah cukup jika menggunakan static routing. Tentunya kita akan merasa bingung jika disetiap persimpangan kita harus bertanya pada orang apalagi kepada orang yang tidak tahu. Oleh karena itu disini diperlukan dinamic routing, analoginya seperti ada polisi yang membawa HT dan memberikan jalur mana saja yang bisa dilewati. Polisi akan selalu koordinasi beberapa kali sehari, agar jika ada jalan yang macet, ada tabrakan, ada pohon rubuh, polisi akan segera meng-update petunjuk jalan yang lain.
Biasanya polisi yang bertingkat rendah akan memakai HT yang kita sebut sebagai RIP, yang memiliki jarak paling jauh 30 hop (simpangan). Polisi yang berada pada tempat yang ramai bisa menggunakan isis atau ospf, biasanya sudah membawa HP maupun PDA jadi akan lebih pintar dan cepat untuk melakukan update. Polisi tingkat dunia biasanya memiliki kantor pada persimpangan dan sudah mempunyai peralatan pengacak jaringan seluruh dunia, ini disebut BGP.
Ada dua bagian routing paket IP :
  1. Bagaimana meneruskan paket dari interface input ke interface output pada suatu router (“IP forwarding”) ?
  • Paket biasanya diteruskan (forwarding) kesejumlah router sebelum mencapai host tujuan
  • IP forwarding dilaksanakan atas dasar hop-by-hop yaitu tidak ada yang tau rute yang lengkap. Tujuan forwarding adalah membawa paket IP lebih dekat ke tujuan
2.Bagaimana mencari dan men-setup rute (“Routing algorithm”) ?
 
Protokol routing membentuk suatu tabel routing yang digunakan untuk menyeleksi jalur yang akan digunakan. Didalam tabel routing terdapat suatu alamat tujuan paket data dan hop yaitu suatu router yang akan dituju setelah router tersebut.
Konsep berikut sangatlah penting untuk memahami routing pada jaringan IP:
–        Autonomous system
–        Interior vs  Exterior routing
–        Distance vector vs. link state routing algorithms
Autonomous System (AS)
Suatu autonomous system adalah bagian logical dari jaringan IP yang besar, biasanya dimiliki oleh sebuah organisasi jaringan dan diadministrasikan oleh sebuah management resmi. Setiap router dapat berkomunikasi dengan router yang lain dalam satu autonomous system.
Contoh dari autonomous region adalah:
–        Internet Service Provider Regional
–        Jaringan kampus ITB
Di dalam autonomous system, routing dilaksanakan secara:
  1. Interior Routing  yaitu dalam autonomous system
  2. Exterior Routing  yaitu antara autonomous system

Read More ->>

Total Tayangan Halaman

Diberdayakan oleh Blogger.

Translate

Pengikut