ROUTING
1. Pengertian
Routing adalah sebuah alat yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau Internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai routing. Proses routing terjadi pada lapisan 3 (Lapisan jaringan seperti Internet Protocol) dari protokol tumpukan (stack protocol) tujuh-lapis OSI.
2. Latar Belakang
Melatar belakangi dari seorang IT agar paham tentang routing menggunakan roterboard agar bisa mengirimkan pesan ping dari router satu ke router yang lainya.
3. Maksud dan Tujuan
Mempunyai maksud dan tujuan agar seorang IT sadar apabila routing ini sangat perlu untuk dasar-dasar jaringan untuk menuju ke level jaringan yang lebih tinggi.
4. Hasil yang Di Harapkan
Dapat memahami pengertian, fungsi dan jenis routing dan kedepannya dapat mengkonfigurasi 2 buah router atau lebih agar dapat saling berhubungan dengan mengirim pesan ping antara router satu dan lainya.
B. Alat dan Bahan
Routing adalah sebuah alat yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau Internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai routing. Proses routing terjadi pada lapisan 3 (Lapisan jaringan seperti Internet Protocol) dari protokol tumpukan (stack protocol) tujuh-lapis OSI.
2. Latar Belakang
Melatar belakangi dari seorang IT agar paham tentang routing menggunakan roterboard agar bisa mengirimkan pesan ping dari router satu ke router yang lainya.
3. Maksud dan Tujuan
Mempunyai maksud dan tujuan agar seorang IT sadar apabila routing ini sangat perlu untuk dasar-dasar jaringan untuk menuju ke level jaringan yang lebih tinggi.
4. Hasil yang Di Harapkan
Dapat memahami pengertian, fungsi dan jenis routing dan kedepannya dapat mengkonfigurasi 2 buah router atau lebih agar dapat saling berhubungan dengan mengirim pesan ping antara router satu dan lainya.
B. Alat dan Bahan
- PC/Laptop
- Koneksi Internet (jika perlu)
C. Jangka Waktu Pelaksanaan Kegiatan
- 25 Menit
D. Proses dan Tahapan Pelaksanaan Kegiatan
Untuk pengertian sudah di jelaskan di atas, untuk lebih jelasnya silahkan baca di https://id.wikipedia.org/wiki/Penghala
>> Fungsi Routing
Pada prinsipnya, router digunakan untuk menghubungkan dan meneruskan data antara dua atau lebih jaringan satu dengan jaringan lainnya. Saat ini router lebih dikenal sebagai alat untuk menghubungkan jaringan yang dipasang baik di perumahan, kantor, warnet, atau instansi lainnya untuk menghubungkan dengan internet. Router umumnya memiliki kemampuan untuk memblokir broadcast storm yang dapat memperlambat kinerja jaringan. Router sering disalahartikan dengan switch, namun kedua alat ini memiliki fungsi yang berbeda, yaitu pada router ia berfungsi sebagai penghubung jalan antara jalan jaringan satu dengan jalan jaringan lainnya. Sementara pada switch, ia berfungsi seperti jalanan yaitu mengumpulkan jaringan-jaringan yang ada ke dalam satu jaringan dan membentuk LAN (Local Action Network).
>> Jenis Routing
Untuk pengertian sudah di jelaskan di atas, untuk lebih jelasnya silahkan baca di https://id.wikipedia.org/wiki/Penghala
>> Fungsi Routing
Pada prinsipnya, router digunakan untuk menghubungkan dan meneruskan data antara dua atau lebih jaringan satu dengan jaringan lainnya. Saat ini router lebih dikenal sebagai alat untuk menghubungkan jaringan yang dipasang baik di perumahan, kantor, warnet, atau instansi lainnya untuk menghubungkan dengan internet. Router umumnya memiliki kemampuan untuk memblokir broadcast storm yang dapat memperlambat kinerja jaringan. Router sering disalahartikan dengan switch, namun kedua alat ini memiliki fungsi yang berbeda, yaitu pada router ia berfungsi sebagai penghubung jalan antara jalan jaringan satu dengan jalan jaringan lainnya. Sementara pada switch, ia berfungsi seperti jalanan yaitu mengumpulkan jaringan-jaringan yang ada ke dalam satu jaringan dan membentuk LAN (Local Action Network).
>> Jenis Routing
- Routing Default, adalah routing yang digunakan untuk mengirim paket secara manual, sering digunakan pada jaringan yang hanya memiliki satu jalur keluar atau hanya bisa digunakan di lokal saja.
- Routing Static, adalah router yang memiliki kabel routing statis yang settingannya diatur oleh administrasi jaringan secara manual.
- Routing Dynamic, adalah router yang membuat tabel routing secara otomatis, dengan membaca lalu lintas jaringan dan tentu juga dengan saling berhubungan dengan router yang lain. Routing dinamis adalah routing yang paling mudah daripada routing default dan static.
>> Pembedaan Routing
Selain tiga routing di atas, routing di bedakan menjadi tiga yaitu
routing aplikasi, routing hardware, routing pc. Berikut penjelasannya.
- Routing Aplikasi, Router ini tidak memiliki bentuk fisik seperti router pada umumnya, namun berupa aplikasi yang bisa Anda install pada sistem operasi komputer. Aplikasi ini kemudian bisa menjadikan komputer yang diinstal bisa berfungsi layaknya sebuah router. Aplikasi router yang bisa Anda gunakan antara lain adalah WinGate, WinProxy, Winroute, Spygate, dan aplikasi lainnya.
- Routing Hardware, Router ini adalah perangkat keras yang bentuknya seperti yang sudah familiar di masyarakat yang berfungsi untuk membagi IP Address dan dapat digunakan untuk membagi koneksi internet di dalam suatu wilayah jangkauan yang biasanya disebut dengan hotspot area.
- Routing PC, Router ini adalah menyulap sebuah komputer untuk bisa berfungsi sebagai router, tetapi berbeda dengan router aplikasi yang menggunakan aplikasi untuk mengubah komputer menjadi router. Untuk menjadikan sebuah komputer sebagai router tidak dibutuhkan komputer dengan spesifikasi tinggi. Hanya dengan komputer dengan prosesor Pentium 2, hard drive 10 GB, ram 64, dan telah tersedia LAN card sudah bisa mengubah komputer menjadi router untuk membagi jaringan. Agar bisa berfungsi, komputer yang ingin dijadikan router harus diinstal dengan sistem operasi yang khusus untuk router. Saat ini sistem operasi atau OS yang populer digunakan untuk router adalah Mikrotik.
>> Pembagian Routing
Routing di bagi menjadi dua yaitu routing langsung dan routing tidak langsung, berikut penjelasannya.
- Routing Langsung, Proses pengiriman data dari satu alamat IP ke alamat IP lainnya tanpa melalui sebuah Host. Contohnya : Misal ada komputer A dengan alamat IP 192.168.1.40 ingin mengirimkan data ke komputer B dengan alamat IP 192.168.1.50, maka proses datanya bisa langsung dikirim, sedangkan.
- Routing Tidak Langsung, Proses pengiriman tak langsung, data yang dikirim akan melalui sebuah Host lain, misalnya data yang dikirimkan oleh Komputer IP 192.168.2.2 ke alamat IP 192.168.2.3 harus melewati IP 192.168.2.4 terlebih dahulu sebelum disampaikan ke alamat IP192.168.2.3 jadi untuk proses ini tidak bisa data langsung dikirim ke alamat tujuan, harus melewati host/alamat ip lain.
>> Konsep Dasar Routing
Routing adalah proses yang dialami datagram untuk mencapai tujuan
di jaringan TCP/IP. Konsep routing adalah hal yang utama pada lapisan
internet di jaringan TCP/IP. Hal ini karena pada lapisan internet
terjadi proses pengalamatan. Data-data dari device yang terhubung ke
internet dikirim dalam bentuk datagram, yaitu paket data yang
didefinisikan oleh IP. Datagram memiliki alamat tujuan paket data.
Internet Protokol memeriksa alamat ini untuk menyampaikan datagram dari
device asal ke device tujuan. Jika alamat tujuan datagram tersebut
terletak satu jaringan dengan device asal, datagram tersebut langsung
disampaikan.Jika alamat tujuan datagram tidak terdapat di jaringa yang
sama, datagram akan disampaikan kepada router yang paling tepat.
>> Tabel Routing
Router
merekomendasikan tentang jalur yang digunakan untuk melewatkan paket
berdasarkan informasi yang terdapat pada Tabel Routing. Informasi
yang terdapat pada tabel routing dapat diperoleh secara static routing
melalui perantara administrator dengan cara mengisi tabel routing secara
manual ataupun secara dynamic routing menggunakan protokol routing,
dimana setiap router yang berhubungan akan saling bertukar informasi
routing agar dapat mengetahui alamat tujuan dan memelihara tabel
routing.
- Alamat Network Tujuan
- Interface Router yang terdekat dengan network tujuan
- Metric, yaitu sebuah nilai yang menunjukkan jarak untuk mencapai network tujuan. Metric tesebut menggunakan teknik berdasarkan jumlah lompatan (Hop Count).
E. Hasil yang Di Dapatkan
Dapat paham tentang routing sebelum melakukan routing yang sebenarnya, seharusnya jika seorang IT ingin melakukan hal yang real/sebenarnya maka perlu persiapan yaitu memahami tentang routing, melakukan routing dengan simulasi jika sudah paham baru melakukan yang sebenarnya.
F. Temuan Permasalahan
Saya pribadi sudah paham tetapi belum secara keseluruhan paham tentang routing.
G. Kesimpulan
Dapat di simpulkan jika routing sangat penting dan berfungsi untuk menghubungkan dua buah router atau lebih agar dapat berkomunikasi
Dapat paham tentang routing sebelum melakukan routing yang sebenarnya, seharusnya jika seorang IT ingin melakukan hal yang real/sebenarnya maka perlu persiapan yaitu memahami tentang routing, melakukan routing dengan simulasi jika sudah paham baru melakukan yang sebenarnya.
F. Temuan Permasalahan
Saya pribadi sudah paham tetapi belum secara keseluruhan paham tentang routing.
G. Kesimpulan
Dapat di simpulkan jika routing sangat penting dan berfungsi untuk menghubungkan dua buah router atau lebih agar dapat berkomunikasi
Before I delve into the routing tables, I recommend entering another command into the Command Prompt window. The command is:
Figure A: This is what the Windows routing tables look like
IPCONFIG /ALLThe reason why I am recommending that you use the IPCONFIG /ALL command is because it shows you how TCP/IP is really setup on the machine. Sure, you could look in the TCP/IP section of the network adapter’s properties sheet, but the information is more reliable if you get it from IPCONFIG. I have seen a couple of instances over the years in which IPCONFIG reported completely different information than what was entered into the machine’s TCP/IP configuration screen. This doesn’t happen often, but if the right type of error occurs you can experience this type of mismatch. To put it bluntly, the information that’s keyed into the TCP/IP properties sheet reflects how you would like Windows to set up the TCP/IP protocol for the choosen network. The information presented by IPCONFIG shows how Windows has actually configured the protocol.
Even if you haven’t had some bizarre Windows error, it’s still useful to get your configuration information through IPCONFIG. If a machine has multiple network cards, it can be tough to remember which configuration is bound to which card. IPCONFIG lists the various configurations in an easy to read, per NIC basis, as shown in Figure B.
Figure B: The IPCONFIG /ALL displays the machine’s TCP/IP configuration on a per NIC basis
Examining the Routing Tables
Right about now you might be wondering why I had you to do an IPCONFIG /ALL, when this article is supposed to be discussing routing tables. The reason for this is that normally you never even look at the routing tables unless you are having problems with your machine. If you are having problems, then the best place to start the troubleshooting process is to compare the information provided by IPCONFIG to the information stored in the routing tables.As you saw in Figure B, the IPCONFIG /ALL screen displayed some basic TCP/IP information such as the IP address, the default gateway, etc. The routing tables aren’t quite as intuitive though. Therefore, I want to take some time to discuss how to read the routing tables and what the information in the tables mean.
When a user sends a packet that’s destined for a different network segment than the one that the PC is presently attached to, the packet is sent to the router. It is up to the router to figure out which network segment the packet should be forwarded to. It doesn’t matter if the router is connected to two network segments or a dozen. The decision making process is the same, and it’s all based on routing tables.
If you look at the Route Print screen, you will notice that the routing tables are divided into five different columns. The first column is the network destination column. This column lists all of the network segments that the router is attached to. The Netmask column provides the subnet mask not of the network interface that’s attached to the segment, but of the segment itself. This basically allows the router to determine the address class for the destination network.
The third column is the gateway column. Once the router has determined which destination network it needs to send the packet to, it looks at the gateway listing. The gateway listing tells the router which IP address the packet should be forwarded through in order to reach the destination network.
The Interface column tells the router which NIC is connected to the appropriate destination network. Technically, the interface column only tells the router the IP address that has been assigned to the NIC that connects the router to the destination network. However, the router is smart enough to know which physical interface the address has been bound to.
The final column in the routing table is the Metric column. Metrics are a science in themselves, but I will try to give you a brief explanation of what they do. The best way that I have ever heard metrics explained is in terms of an airport. Imagine for a moment that I needed to fly from Charlotte, NC (the closest major airport to my home in South Carolina) to Miami, Florida. Being that the Charlotte airport is pretty big, I have a lot of choices of how I could get to Miami Beach. I could hop a North West Airlines flight. It would take me to Detroit Michigan and then down to Miami (Detroit is a bit out of the way). Likewise, I could hop a Continental Airlines flight that would take me to Houston, TX, and then to Miami. Another option would be to just take a US Airways flight nonstop to Miami. So which airline should I take?
In real life, there are a lot of factors to consider such as the price of the ticket and the departure times, but let’s assume that everything was equal. If there were no differences between the airlines other than the route, then I would fly the airline that makes the fewest stops. It would get me to my destination more quickly, and since there are fewer stops, there would be less chance of having a problem with my connection, lost luggage, and things like that.
Routing works the same way. Many times, there is more than one way that a router could send a packet. In such a case, it makes sense to send the packet along the shortest (or most reliable) path. This is where the metrics come into play. Windows does not even look at metrics unless there are multiple paths to a destination. If there are multiple paths though, Windows checks the metrics to determine the shortest route. This is an over simplified explanation, but it gets the point across.
Additional Routing Options
Earlier, I showed you the Route Print command, but there are actually a lot of other things that you can do with the ROUTE command. The ROUTE command’s syntax is as follows:ROUTE [-f] [-p] [command [destination] []
The –f switch is optional. This switch tells
Windows to clear the routing table of all gateway entries. If the –f
switch is used in conjunction with other commands then all gateway
entries will be cleared prior to executing other instructions within the
command.
The –p switch makes a specified route persistent.
Normally, when a server is rebooted then any routes that you specify via
the ROUTE command are removed. The –p switch tells Windows to keep the
route even if the system is rebooted.
The command portion of the ROUTE command’s syntax is
relatively simple. The command set consists of four options PRINT, ADD,
DELETE, and CHANGE. I’ve already shown you the ROUTE PRINT command, but
even the ROUTE PRINT command has other options. For example, you can
use wild cards with this command. For instance, if you only wanted to
print routes pertaining to the 192.x.x.x subnet, you could use the
command ROUTE PRINT 192*.
The ROUTE DELETE command works very similarly to the
ROUTE Print command. Simply enter the ROUTE DELETE command followed by
the destination or the gateway that you want to delete from the routing
table. For example, if you wanted to remove the 192.0.0.0 gateway, you
could enter the command ROUTE DELETE 192.0.0.0.
The ROUTE CHANGE and the ROUTE ADD commands have the
same basic syntax as each other. When you enter this command, you must
usually specify the destination, subnet mask, and gateway. You might
also specify a metric and an interface, but that’s optional. For
example, if you wanted to add a destination using the bare minimal
syntax, you could do so as follows:
ROUTE ADD 147.0.0.0 255.0.0.0 148.100.100.100
In this command, 147.0.0.0 is the new destination
that you are adding. 255.0.0.0 would be the subnet mask for the
destination, and 148.100.100.100 would be the gateway address. You can
extend the command with the METRIC and IF parameters. Doing so would
look something like this:
ROUTE ADD 147.0.0.0 255.0.0.0 148.100.100.100 METRIC 1 IF 1
The metric parameter is optional, but it specifies
the metric or number of hops for the route. The IF parameter tells
Windows which NIC to use. In this particular case, Windows would use the
NIC that’s bound to Windows as interface 1. If you don’t use the IF
parameter then Windows will automatically search for the best interface
to use.
Conclusion
In this article, I have explained how to use the
ROUTE command to display the Windows routing tables and make changes to
those tables if necessary. If you need a little extra help, you can get
more syntax examples by entering the ROUTE /? Command.
ANALOGI
Analogi :
Misalkan kita berada pada persimpangan jalan, mungkin kita akan merasa
bingung jika tidak ada petunjuk jalan, di setiap persimpangan jalan
(router) seharusnya ada petunjuk jalan supaya orang tidak bingung dan
tersesat. Untuk jalan yang rumit dan berputar-putar tidaklah cukup jika
menggunakan static routing. Tentunya kita akan merasa bingung jika
disetiap persimpangan kita harus bertanya pada orang apalagi kepada
orang yang tidak tahu. Oleh karena itu disini diperlukan dinamic
routing, analoginya seperti ada polisi yang membawa HT dan memberikan
jalur mana saja yang bisa dilewati. Polisi akan selalu koordinasi
beberapa kali sehari, agar jika ada jalan yang macet, ada tabrakan, ada
pohon rubuh, polisi akan segera meng-update petunjuk jalan yang lain.
Biasanya polisi yang bertingkat rendah akan memakai HT yang kita sebut
sebagai RIP, yang memiliki jarak paling jauh 30 hop (simpangan). Polisi
yang berada pada tempat yang ramai bisa menggunakan isis atau ospf,
biasanya sudah membawa HP maupun PDA jadi akan lebih pintar dan cepat
untuk melakukan update. Polisi tingkat dunia biasanya memiliki kantor
pada persimpangan dan sudah mempunyai peralatan pengacak jaringan
seluruh dunia, ini disebut BGP.
Ada dua bagian routing paket IP :
- Bagaimana meneruskan paket dari interface input ke interface output pada suatu router (“IP forwarding”) ?
- Paket biasanya diteruskan (forwarding) kesejumlah router sebelum mencapai host tujuan
- IP forwarding dilaksanakan atas dasar hop-by-hop yaitu tidak ada yang tau rute yang lengkap. Tujuan forwarding adalah membawa paket IP lebih dekat ke tujuan
2.Bagaimana mencari dan men-setup rute (“Routing algorithm”) ?
Protokol routing membentuk suatu tabel routing yang digunakan untuk
menyeleksi jalur yang akan digunakan. Didalam tabel routing terdapat
suatu alamat tujuan paket data dan hop yaitu suatu router yang akan
dituju setelah router tersebut.
Konsep berikut sangatlah penting untuk memahami routing pada jaringan IP:
– Autonomous system
– Interior vs Exterior routing
– Distance vector vs. link state routing algorithms
Autonomous System (AS)
Suatu autonomous system adalah bagian logical dari jaringan IP yang
besar, biasanya dimiliki oleh sebuah organisasi jaringan dan
diadministrasikan oleh sebuah management resmi. Setiap router dapat
berkomunikasi dengan router yang lain dalam satu autonomous system.
Contoh dari autonomous region adalah:
– Internet Service Provider Regional
– Jaringan kampus ITB
Di dalam autonomous system, routing dilaksanakan secara:
- Interior Routing yaitu dalam autonomous system
- Exterior Routing yaitu antara autonomous system
0 komentar:
Posting Komentar